Skip to main content

How to : Apply Visa Multiple to Korea dengan status sebagai Freelancer

Anyonghaseyo yorobun! :D
Mumpung ada rejeki ada waktu dan ada kesempatan, maka aku akan ke Korea demi bertemu meng dan mau ngerasain main salju pake ban. KYAAA~~
Berhubung aku belum mendapat pekerjaan tetap, dan Allah masih menghendaki aku untuk jadi seorang pembuat content suara cheesy alakadarnya maka aku submit visa dengan mengandalkan pekerjaan content creator ini sebagai sumber penghasilanku. MUAHAHAHA. Begitu percaya diri bukan?

Dengan dokumen yang lebih banyak dari biasanya aku submit kelengkapan dokumen untuk pembuatan visa, aku sampe bilang ke mbak-mbak loketnya "mba, maaf ya dokumen saya banyak soalnya saya fotokopiin bla bla bla"
Alhamdulillah mbak loketnya baik-baik dan sangat komunikatif.

Jadi inilah dia dokumen bla-bla-bla itu :
1. Form visa (bisa didowload di web embassy nya sini) kalo mo isi di sana juga bisa, uda ada contoh pengisiannya juga + tempelin pasfoto background putih ukuran 3.5 cm x 4.5 cm
2. Paspor asli existing
3. Paspor asli lama (+ copy : halaman identitas, visa Korea terdahulu kalo udah pernah ke Korea dan kalo ada visa Jepang juga, gak tau kenapa tapi kemaren si mbak nya minta copy visa Jepang juga)
untuk poin ini kebetulan aku uda pernah 4x ke Korea + 1x ke Jepang, jadi mungkin ada nilai plus (?)
4. Surat pernyataan Freelance dalam bahasa Inggris >> menjelaskan kalo aku adalah content creator since tahun berapa, approx. annual revenue nya berapa, tujuan ke Korea ngapain, dari tanggal berapa s/d tgl berapa, tanda tangan deh, gaperlu diatas materai
5. Copy aggrement aku dengan perusahaan tempat aku bekerja sama
6. Print bukti transfer revenue 3 bulan terakhir, email konfirmasi transfer revenue dan report revenue per bulan dari music labels
7. Copy KTP, NPWP (don't know NPWP perlu apa ngga, tapi aku lampirin aja biar lengkap)
8. Print mutasi tabungan 3 bulan terakhir.
9. SPT 1721 lupa aku copyin, malah print bukti potong, jadinya dibalikin.

Sebelumnya waktu aku browsing ada yang saranin untuk buat surat pernyataan orangtua, tapi karena aku merasa sudah cukup tua buat diwakilkan sama orangtua, jadi surat ini ga kubikin.
Tiket pesawat gak perlu. Gausa buang-buang kertas buat print ini karena gak akan dilihat.

Aku submit tanggal 6 Desember, bayar 1.4 sekian (kalo single visa sekitar 500an), doi bilang tanggal 10 Desember udah jadi (2 hari kerja, tapi kepotong sabtu dan minggu)

Bagaimana? Mudah bukan pemirsa?

Hari ini tanggal 10 aku harap-harap cemas seperti menunggu hasil EBTANAS kemudian dapet sms sekitar jam 11 siang kalo paspor sudah bisa diambil. Cek di web dan ku berjoget meliuk-liuk ketika melihat visa ku di approved. Dengan riangnya ku berlari ke Lotte Avenue untuk mengambil visa kemudian beli longjon.

Korea, aku datang.

Comments

wowwwwww joget meliuk-liuk
F1 Visa said…
South Korea has been a top destination for K-drama lovers and K-poop fans. Because of the influence of the K-drama and K-pop more foreign visitors have been wanting to visit the country ans has increase the tourism rates in South Korea.

Popular posts from this blog

How to : Mengaktifkan Visa Waiver Jepang

Happy New Year 2020! Jadi cerita aku hari ini adalah flashback pengalaman mengaktifkan visa waiver Jepang dengan e-paspor. Aku submit visa waiver ini Selasa, 17 Desember 2019, tepatnya waktu ujan deres. Dari Pasaraya abis dateng ke kajian Aa Gym, terus naik TJ ke depan embassy Jepang di Jl MH Thamrin, sampe halte busway sana eh ujan petir gledek. Karena takut keburu tutup, jadi terpaksa hujan kami terobos. Jalan berdua Wewe pake ojek payung sampe di depan Embassy antri kira-kira 1 menit buat masuk gerbang - masuk gerbang - tuker ID - masuk ke ruangan - ambil nomor antrian - isi form Isi formnya gak sebanyak isian form visa biasa, aku lupa gak fotoin jadi agak lupa isinya, tapi kalo ga salah cuma identitas biasa kaya nama, no hp, alamat dll, trus tunggu antrian dipanggil. Nunggu nggak berapa lama, trus kasih paspor + form yang tadi udah diisi, kemudian petugasnya kasih slip tanda terima buat besok ambil paspor. Wewe ngomel-ngomel mulu kesel aku. Kan hari itu gak bawa mobil k...

Sedikit Cerita tentang Konten Suara

Beberapa temen nanya "lo sekarang jadi freelance?" Gak tahu ini maksudnya freelance atau bukan pokoknya usaha sendiri masukin konten ke labels/CP. Salah satu telco punya servis VAS yg namanya Status RBT; kayak RBT tapi bukan lagu, melainkan suara macem: "Hai sayang, kalo kamu mau aku angkat telpon kamu, bilang sayang ke aku 3x yah" ato gini "Ugh sebel, kamu nelpon doang, bilang sayangnya kapan?" ... Yah, semacam itulah... :D Cara membuat : Cukup banyak membaca status receh di sosmed, modifikasi dikit supaya sesuai dengan status RBT, tambahin backsound + sounds effect seperti efek petir, suara telpon, anjing melolong atau doeng-doeng, tuing-tuing atau pret-pret. Karena dulu aku kerja di kantor yang menjadi partner salah satu telco tersebut, otomatis aku jadi punya kenalan di labels/CP, dan beberapa mau menampung konten buatanku. Sistem revenue nya ada 2; beli putus atau sharing revenue. Aku pilih yang sharing revenue. Tiap labels/CP jug...

Review Benang Lokal : Mimo UCR

Alhamdulilah hujan pertama menjelang akhir tahun 2019. Tadi sempet batin duh ini panas banget, kapan ya hujan pertamanya? Seperti jodoh kalo diharapkan tak datang, tak diharapkan tak  datang juga Kemarin gw maksi ke Blok M Plaza, trus naik ke Micky Mocko dan beli benang biru muda MIMO Panda harganya 30ribu. Benangnya asik, gak bulky dan gak kasar. Kemudiaaann, gw menemukan benang Mimo UCR, benang katun yang katanya biasa dipake buat bikin taplak meja. Benangnya tipis, bisa pakai hakken ukuran 1-3 mm, gw pake yg 3mm karena nerusin projectan sebelumnya yang pake Mimo Panda. Benang ini murah, satunya 8ribu. Warnanya netral, krem. Cocok buat base granny crochet. yang pink benang katun Mimo Panda, harganya 30ribu, lebih lembut daripada katun yg Mimo UCR Setelah dipake sekitar 1/4 gulungan, barukumenyadari kalo telunjuk kiri yang bertugas jadi katrol mulai mengalami tanda-tanda kelecetan ternyata bukan hanya mantan yang bisa menyakiti, tapi benangpun bisa gaes... Kar...