Skip to main content

Cukup Selalu Saja Kurang, Lebih Tidak Pernah Bersyukur


Disuatu negri, tinggallah beberapa kurcaci. Mereka hidup dengan sangat bahagia, setidaknya seperti itulah keliatannya. Mereka mempunyai tempat tinggal yang nyaman, setiap hari mereka makan makanan yang enak. Dan mereka hidup dengan sehat

Suatu hari, kurcaci coklat berulang tahun, coklat mendapat ucapan selamat dari teman-temannya. Sore hari, coklat memasak beberapa makanan kecil untuk dibagikan ke teman-temannya Coklat pergi membawa makanan itu ke aula dengan hati gembira.

Dijalan menuju aula, coklat bertemu kuning dan merah
Kuning : hai coklat, kamu ulangtaun kan? Apa ada makanan untuk kami? Kalau tidak ada, kami mau membeli beberapa kue
Coklat : hmm, aku hanya punya sedikit makanan untuk kalian. Tapi cukup mengenyangkan
Merah : oya? Kira-kira 1 orang dapat berapa kue?
Coklat : *sedikit bingung* hmmm mungkin 3 kue.
Merah : ah tidak cukup itu. Kalau gitu, Kuning kamu harus tetap beli kue untuk kita. Karena kue dari Coklat tidak cukup

Maka pergilah Kuning dan Merah ke pasar untuk membeli kue meninggalkan coklat tanpa melihat kue yang dibawanya.

Setibanya di aula, Coklat meletakkan kue-kue buatannya di meja. Teman-temannya belum datang. Tak lama, Kuning dan Merah datang membawa banyak sekali makanan, seperti untuk menjamu 3 kali lipat kurcaci yang ada di negri itu.

Tak lama kurcaci berdatangan. Mereka mulai menyantap makanan-makanan itu, tanpa henti. seolah diburu-buru, kalau tidak cepat dimakan nanti bisa dihabiskan yang lain.
Sampai muka mereka memerah karena kekenyangan, makanan pun masih banyak dan sepertinya tidak akan habis dalam semalam.

Coklat tidak menyentuh satupun makanan yang ada disana. Dia kaget, kenapa kurcaci disini begitu lahapnya makan seperti belum pernah makan sebelumnya. Bukankah di negri itu makanan selalu berlimpah? Bukankah mereka hidup berkecukupan?

Setelah mereka kekenyangan, sambil mengucapkan terimakasih ke Coklat mereka kembali ke rumah masing-masing.

Coklat jadi ingat sebelum dia pindah dari di negrinya yang dulu. Banyak kurcaci tinggal disana, 4 kali lipat dibanding negri yang sekarang Coklat tinggali. Hidup mereka sederhana, tapi sangat gembira.

Pernah coklat membawakan makanan untuk mereka. Karena jumlahnya banyak, 1 orang hanya mendapatkan 1 kue. Tapi mereka sangat senang mendapatkan kue dari yang berulang tahun. Setelah berusaha mendapatkan kue dengan berebutan, sambil memakan makanan dari coklat, mereka mengucapkan terimakasih dengan nada gembira. Coklat membalasnya dengan senyum gembira. Coklat sayang sekali dengan teman-temannya.

Dari kejadian itu, coklat mempelajari sesuatu. Ada beberapa hal yang tidak dapat dibeli dengan uang dan kekayaan. Mungkin coklat sekarang tinggal ditempat yang nyaman, hidup lebih dari cukup. Tapi kegembiraan dan kebersamaan yang dulu coklat rasakan di negrinya yang dulu tidak didapat di negri sekarang.

Dan bukankah kita semua selalu diajarkan untuk tidak berlebihan? Tapi kenapa yang cukup selalu dibilang kurang dan yang mendapatkan lebih tidak mengucapkan syukur?

Comments

Popular posts from this blog

How to : Mengaktifkan Visa Waiver Jepang

Happy New Year 2020! Jadi cerita aku hari ini adalah flashback pengalaman mengaktifkan visa waiver Jepang dengan e-paspor. Aku submit visa waiver ini Selasa, 17 Desember 2019, tepatnya waktu ujan deres. Dari Pasaraya abis dateng ke kajian Aa Gym, terus naik TJ ke depan embassy Jepang di Jl MH Thamrin, sampe halte busway sana eh ujan petir gledek. Karena takut keburu tutup, jadi terpaksa hujan kami terobos. Jalan berdua Wewe pake ojek payung sampe di depan Embassy antri kira-kira 1 menit buat masuk gerbang - masuk gerbang - tuker ID - masuk ke ruangan - ambil nomor antrian - isi form Isi formnya gak sebanyak isian form visa biasa, aku lupa gak fotoin jadi agak lupa isinya, tapi kalo ga salah cuma identitas biasa kaya nama, no hp, alamat dll, trus tunggu antrian dipanggil. Nunggu nggak berapa lama, trus kasih paspor + form yang tadi udah diisi, kemudian petugasnya kasih slip tanda terima buat besok ambil paspor. Wewe ngomel-ngomel mulu kesel aku. Kan hari itu gak bawa mobil k...

Sedikit Cerita tentang Konten Suara

Beberapa temen nanya "lo sekarang jadi freelance?" Gak tahu ini maksudnya freelance atau bukan pokoknya usaha sendiri masukin konten ke labels/CP. Salah satu telco punya servis VAS yg namanya Status RBT; kayak RBT tapi bukan lagu, melainkan suara macem: "Hai sayang, kalo kamu mau aku angkat telpon kamu, bilang sayang ke aku 3x yah" ato gini "Ugh sebel, kamu nelpon doang, bilang sayangnya kapan?" ... Yah, semacam itulah... :D Cara membuat : Cukup banyak membaca status receh di sosmed, modifikasi dikit supaya sesuai dengan status RBT, tambahin backsound + sounds effect seperti efek petir, suara telpon, anjing melolong atau doeng-doeng, tuing-tuing atau pret-pret. Karena dulu aku kerja di kantor yang menjadi partner salah satu telco tersebut, otomatis aku jadi punya kenalan di labels/CP, dan beberapa mau menampung konten buatanku. Sistem revenue nya ada 2; beli putus atau sharing revenue. Aku pilih yang sharing revenue. Tiap labels/CP jug...

Review Benang Lokal : Mimo UCR

Alhamdulilah hujan pertama menjelang akhir tahun 2019. Tadi sempet batin duh ini panas banget, kapan ya hujan pertamanya? Seperti jodoh kalo diharapkan tak datang, tak diharapkan tak  datang juga Kemarin gw maksi ke Blok M Plaza, trus naik ke Micky Mocko dan beli benang biru muda MIMO Panda harganya 30ribu. Benangnya asik, gak bulky dan gak kasar. Kemudiaaann, gw menemukan benang Mimo UCR, benang katun yang katanya biasa dipake buat bikin taplak meja. Benangnya tipis, bisa pakai hakken ukuran 1-3 mm, gw pake yg 3mm karena nerusin projectan sebelumnya yang pake Mimo Panda. Benang ini murah, satunya 8ribu. Warnanya netral, krem. Cocok buat base granny crochet. yang pink benang katun Mimo Panda, harganya 30ribu, lebih lembut daripada katun yg Mimo UCR Setelah dipake sekitar 1/4 gulungan, barukumenyadari kalo telunjuk kiri yang bertugas jadi katrol mulai mengalami tanda-tanda kelecetan ternyata bukan hanya mantan yang bisa menyakiti, tapi benangpun bisa gaes... Kar...