Skip to main content

Curug, Bayangan Putih dan Tahun Baru

Hmm,, sepertinya gw telat memposting cerita tahun baru :)) gapapa yaaa

Jadi begini ceritanya,,,
Suatu hari, pergilah Icul, Petty, Ninet dan Ancha ke perkemahan di Bogor. Megamendung namanya. Icul dan Petty berangkat dari Jakarta. sedangkan Ninet dan Ancha berangkat dari rumah Ancha yang berada didaerah Bogor juga.

Perjalanan Petty dan Icul (Jakarta - Bogor)

Icul dan Petty berangkat dari kantor Petty. naik busway ke stasiun Cikini, Rp 3500 / orang. Sampe Stasiun Cikini langsung beli tiket kereta ekonomi express ke Bogor, harga tiket 5500 / orang. Mereka berdua sumringah, murah!
Kata petugas loket kereta “buruan mba, keretanya uda dateng tuh! “

Maka berlarilah dua anak cantik itu keatas, menghampiri kereta. Sudah diduga, ini tahun baru, pasti kereta ke Bogor penuh. Selama kurang lebih 3 jam perjalanan, akhirnya sampai juga mereka di Bogor.

Ternyata Icul punya voucher KFC Rp 10.000. Lumayan daripada lumanyun, sembari istirahat mereka mesen mocca float dan cream soup, tinggal nambah Rp 6000 lagi ^^ selamat makan!

Dari KFC Taman Topi menuju Megamendung mereka naik angkot 2 kali. Dari depan Stasiun naik angkot ke Sukasari. Dari Sukasari naik angkot lagi ke depan Mesjid Megamendung. Magrib saat itu ketika mereka tiba didepan mesjid Megamendung. Sembari menunggu jemputan Peti dan Icul solat magrib dulu.


Masuk Kawasan Megamendung

Jemputan datang! Ninet dan Ancha datang! Maka mereka berempat masuk kedalam kawasan perkemahan Megamendung. Sampai di tenda sekitar pukul 7 malam. Tenda nya besaaar sekali. Cukup untuk 20 orang masuk kedalam situ (dengan posisi tidur seperti ikan sarden tentunya ^^)

Karena tempat ini memang untuk perkemahan keluarga, jadi fasilitas yang disediakan juga sudah lengkap. Seperti alat masak dengan kompor gas. Tempat cuci peralatan makan juga disediakan. Kamar mandi nya bersih, malam pun dikasi penerangan lampu. Dan ada penjaga nya juga 24 jam.




Foto-foto dengan tenda ^^

Kemping kurang mantap tanpa masak memasak. Maka mereka berempat memasak Indomi dengan kornet. Nyam nyam mari makan!



Sembari menunggu pergantian tahun, mereka bercengkerama dibawah sinar rembulan (dan percayalah, ga ada terang-terangnya sama sekali. Untung ada lampu yang dinyalain pake dynamo. Itupun sempet mati selama sekitar 10 menit )

Happy New Year 2011!
Kami semua saling mengucapkan Happy New Year! Lalu tidur! Zzz…


Maaf ya Ancha,,,

Selamat Pagi 2011! Icul, Peti, Ninet dan Ancha harus memulai tahun 2011 dengan semangat! Oleh karena itu Ancha mengajak mereka bertiga tracking ke Curug Panjang.
sebelumnya sarapan dulu





Dengan persiapan yang tidak disiapkan (Icul dan Ninet memakai converse, Peti memakai sandal jepit) mereka tracking curug panjang menyusuri sungai selama 2 ½ jam, tanpa guide. Ancha jadi guide nya ^^




Batu kali nya lumayan besar-besar. Batu paling besar yang mereka lewati setinggi gajah. Hahahaha,, benar-benar sangat membantu kehadiran Ancha bagi para gadis-gadis cantik itu.

Peti kakinya kena pacet


Sempat nyasar karena Ancha membuka jalan tapi ngga balik-balik, mereka bertiga mencoba mencari Ancha namun tidak bertemu. Mereka memanggil-manggil Ancha. Icul sempat melihat ada bayangan putih disebelah kanan nya, yang ternyata adalah jurang. Tapi Icul ngga bilang ke Ninet dan Peti. Peti uda ngerasa hawa ngga enak, oleh Karena itu mereka memutuskan untuk kembali ke sungai tempat awal mereka menunggu Ancha.

Sampai di sungai, Ancha uda duduk disana dengan kaki berdarah-darah. Rupanya Ancha mencari Ninet, Icul dan Peti sampai balik turun lewat sungai, beberapa kali jatuh disungai, kena batu kali jadi berdarah T_T

Maaf ya Ancha,,,

Sampailah mereka di ujung dari Curug Panjang. pemandangannya sangat-sangat indah. Letak air terjunnya ada dibalik goa. keren!








Dari Curug Blau menuju tenda mereka lalui dengan berjalan. Jalannya turun dan turun terus. Mungkin klo ada ojek enak, karena ternyata lebih berasa capenya begitu kaki menginjak tanah yang panas dibanding melompati batu kali disungai.

Setelah sampai ditenda, mereka beristirahat sejenak, membersihkan diri kemudian berganti baju (ngga mandi ^^) lalu pulang dengan kereta terakhir menuju Jakarta.

Have a great year Icul, Peti, Ninet, Ancha!

Comments

Popular posts from this blog

How to : Mengaktifkan Visa Waiver Jepang

Happy New Year 2020! Jadi cerita aku hari ini adalah flashback pengalaman mengaktifkan visa waiver Jepang dengan e-paspor. Aku submit visa waiver ini Selasa, 17 Desember 2019, tepatnya waktu ujan deres. Dari Pasaraya abis dateng ke kajian Aa Gym, terus naik TJ ke depan embassy Jepang di Jl MH Thamrin, sampe halte busway sana eh ujan petir gledek. Karena takut keburu tutup, jadi terpaksa hujan kami terobos. Jalan berdua Wewe pake ojek payung sampe di depan Embassy antri kira-kira 1 menit buat masuk gerbang - masuk gerbang - tuker ID - masuk ke ruangan - ambil nomor antrian - isi form Isi formnya gak sebanyak isian form visa biasa, aku lupa gak fotoin jadi agak lupa isinya, tapi kalo ga salah cuma identitas biasa kaya nama, no hp, alamat dll, trus tunggu antrian dipanggil. Nunggu nggak berapa lama, trus kasih paspor + form yang tadi udah diisi, kemudian petugasnya kasih slip tanda terima buat besok ambil paspor. Wewe ngomel-ngomel mulu kesel aku. Kan hari itu gak bawa mobil k...

Sedikit Cerita tentang Konten Suara

Beberapa temen nanya "lo sekarang jadi freelance?" Gak tahu ini maksudnya freelance atau bukan pokoknya usaha sendiri masukin konten ke labels/CP. Salah satu telco punya servis VAS yg namanya Status RBT; kayak RBT tapi bukan lagu, melainkan suara macem: "Hai sayang, kalo kamu mau aku angkat telpon kamu, bilang sayang ke aku 3x yah" ato gini "Ugh sebel, kamu nelpon doang, bilang sayangnya kapan?" ... Yah, semacam itulah... :D Cara membuat : Cukup banyak membaca status receh di sosmed, modifikasi dikit supaya sesuai dengan status RBT, tambahin backsound + sounds effect seperti efek petir, suara telpon, anjing melolong atau doeng-doeng, tuing-tuing atau pret-pret. Karena dulu aku kerja di kantor yang menjadi partner salah satu telco tersebut, otomatis aku jadi punya kenalan di labels/CP, dan beberapa mau menampung konten buatanku. Sistem revenue nya ada 2; beli putus atau sharing revenue. Aku pilih yang sharing revenue. Tiap labels/CP jug...

Review Benang Lokal : Mimo UCR

Alhamdulilah hujan pertama menjelang akhir tahun 2019. Tadi sempet batin duh ini panas banget, kapan ya hujan pertamanya? Seperti jodoh kalo diharapkan tak datang, tak diharapkan tak  datang juga Kemarin gw maksi ke Blok M Plaza, trus naik ke Micky Mocko dan beli benang biru muda MIMO Panda harganya 30ribu. Benangnya asik, gak bulky dan gak kasar. Kemudiaaann, gw menemukan benang Mimo UCR, benang katun yang katanya biasa dipake buat bikin taplak meja. Benangnya tipis, bisa pakai hakken ukuran 1-3 mm, gw pake yg 3mm karena nerusin projectan sebelumnya yang pake Mimo Panda. Benang ini murah, satunya 8ribu. Warnanya netral, krem. Cocok buat base granny crochet. yang pink benang katun Mimo Panda, harganya 30ribu, lebih lembut daripada katun yg Mimo UCR Setelah dipake sekitar 1/4 gulungan, barukumenyadari kalo telunjuk kiri yang bertugas jadi katrol mulai mengalami tanda-tanda kelecetan ternyata bukan hanya mantan yang bisa menyakiti, tapi benangpun bisa gaes... Kar...